Hari Ini Batas Terakhir Pembongkaran Kios PKL Pandean Lamper

SEMARANG (Asatu.id) – Senin (16/4) ini merupakan batas terakhir pembongkaran bangunan kios dan hunian liar milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper. Selanjutnya tempat itu akan diratakan dengan menggunakan alat berat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan, bangunan tersebut harus dibongkar karena didirikan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang kini sedang dalam proses normalisasi. Dia akan mengawal langsung proses pembongkaran.

“Di Kelurahan Pandean Lamper ada 228 bangunan milik PKL yang berdiri di atas bantaran sungai. Bangunan-bangunan liar itu harus dibongkar karena untuk kepentingan percepatan proyek normalisasi sungai yang terus dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” kata Fajar.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan menargetkan tanggal 16 April semua bangunan, baik kios mapun hunian liar PKL di bantaran sungai BKT harus sudah dibongkar, karena akan segera diratakan. Sementara para PKL pemilik kios dan hunian sudah disediakan tempat relokasi.

“Para PKL yang kiosnya terkena pembongkaran akan dipindah di beberapa tempat, antara lain Pasar Bulu, Peterongan, Suryokusumo, MAJT dan Pasar Klitikan Baru Penggaron. Sedang PKL yang memfungsikan bangunannya sebagai hunian akan diarahkan untuk tinggal di rusunawa,” tutur Fajar. (is)

43

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *