Inilah Lilis, PKL Pandean Lamper yang Mengaku Punya Sertifikat Kios

SEMARANG (Asatu.id) – Sosok Lilis Sri Suparti (47), sempat menjadi perhatian banyak orang saat berlangsung pembongkaran bangunan kios dan hunian Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Rabu (11/4).

Lilis tiba-tiba menemui Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, yang sedang memimpin jalannya proses pembongkaran itu. Lilis menggandeng tangan Fajar lalu mengajak menuju kios miliknya dengan dalih diajak musyawarah.

Di dalam kios yang dijadikan tempat usaha salon kecantikan itu, Lilis tanpa basa basi meminta Fajar agar tidak membongkar bangunan kiosnya. Lilis beralasan bangunan kiosnya mempunyai sertifikat resmi.

Lalu seorang pria, yang belakangan diketahui bernama Muhammad Jupri, menunjukkan sebendel berkas kepada Fajar Purwoto. “Ini surat dan dokumen bu Lilis,” terangnya.

Lilis merasa yakin dengan berkas yang pernah diuruskan Jupri, warga Kecamatan Teras Boyolali itu.

“Itu resmi pak, makanya kios saya ini tidak bisa dibongkar. Saya ngurus surat juga bayar jutaan. Silakan kalau kios lain mau dibongkar, tapi tempat saya jangan,” pinta Lilis kepada Fajar.

Wanita yang tinggal di Lempongsari itu tidak bisa menerima penjelasan Fajar Purwoto bahwa surat yang ditunjukkan tadi bukan sertifikat. Bahkan Fajar menjanjikan akan mengusut asal muasal surat dengan kertas berkop “SOERAT POESAKA NOESANTARA KEMBALI” itu.

Surat yang ditandatangani oleh H Muntono sebagai pejabat UN Swissindo tersebut terkesan aneh. Apalagi disertai tanda terima yang mengatasnamakan pejabat-pejabag teras Jawa Tengah, yaitu Gubernur, Kodam IV Diponegoro (bukan Kodam VII), Polda, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, Poltabes Jateng, dan BPN Jateng. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *