Ganti Untung Pembebasan Lahan Tol Semarang Demak Ditangani Kementerian PUPR

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot Semarang dalam proyek pembangunan jalan tol Semarang Demak hanya mendapatkan tugas untuk menyiapkan perubahan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang terdampak pembangunan jalan tol dan tanggul laut.

“Seluruh proses pembangunan jalan tol Semarang-Demak, termasuk juga pembebasan lahan nantinya akan ditangani oleh Kementerian PUPR. Memang agak lumayan karena biayanya besar, tetapi semuanya dihandle pemerintah pusat,” katanya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi mengatakan, proyek pembangunan Jalan Tol sekaligus Tanggul Laut ini menjadi inovasi pertama di Indonesia.

“Pemkot Semarang menyiapkan regulasi penyesuaian tata ruang, kemudian membantu melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai pembebasan lahan,” tambahnya.

Hendi juga memastikan setiap proses pembangunan tidak akan ada warga yang dirugikan. Sebab, pembebasan lahan disertai ganti untung.

“Ini juga agar mendorong perekonomian, investor akan banyak yang datang. Selain itu juga menjadi tempat wisata,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Bagus berkata:

    Pak masak ganti rugi warga bedono .sayung.sriwulan. dan desa lainnya di demak kok belum dapat ganti rugi lahan jalan tol semarang -demak.. udah pada tanda tangan’ berkas 4 kali. Kasihan nasib merika takut y di manfaakan pihak2 /kelompok mafia tanah yg dari oknum2 badan PUR sendiri minta tlong di awasi proses y soal kok tersembunyi2 proses ganti rugi lahan.triem bagus jkrt timur

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *