DPRD Kota Siapkan Raperda Keolahragaan

SEMARANG (Asatu.id) – DPRD Kota Semarang sedang mempersiapkan penyusunan Raperda Sistem Keolahragaan. Raperda akan mengatur ketentuan yang cukup mendasar untuk mendorong pencapaian visi, misi, dan tujuan pembangunan olahraga antara lain pemantapan koordinasi lintas sektor baik horisontal maupun vertikal.

Ketua Pansus, Anang Budi Utomo menjelaskan, tujuan diterbitkannya Perda tentang Sistem Keolahragaan itu nantinya untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku olahraga di Kota Semarang.

“Perda juga mengatur tentang tugas-tugas pemerintah kota, dalam melakukan pembinaan keolahragaan, termasuk tentang pengaturan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan sesuai standar,” kata politisi Golkar itu, Rabu (11/4).

Dari hasil kunjungan lapangan Pansus ke beberapa sarana dan prasarana olahraga di Kota Semarang, menurut Anang Budi Utomo, ternyata masih banyak yang harus dibenahi. Seperti di Tri Lomba Juang Mugas, dari lima line lapangan bulutangkis, jika digunakan untuk kejuaraan paling hanya tiga line yang bisa dimanfaatkan.

“Letak lapangan sangat berdekatan, sehingga tidak ada kursi untuk wasit yang memimpin pertandingan,” katanya. Selain itu dari enam lapangan tenis yang baru dibangun, dua diantaranya tidak rata sehingga air masih tergenang. Kalau ada genangan tentu lapangan tidak bias digunakan untuk kejuaraan.

Pansus juga mengadakan kunjungan ke lapangan Taman Kedondong yang berada di Semarang Selatan dan Stadion Citarum.  Pansus mempertanyakan fungsi dan peruntukan lapangan Taman Kedondong yang baru dibangun oleh Dinas Kimpraswil Kota Semarang,apakah untuk taman atau sarana olahraga masyarakat.

Sementara untuk Stadion Citarum yang berada di Kecamatan Semarang Timur, lanjut Anang, masih belum layak digunakan sebagai venue pertandingan sepakbola kelas Liga 1 atau Liga 2. Kalau untuk Liga 3 atau ajang Popda/Popnas masih bisa digunakan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *