Sudirman Tegaskan Kuncinya Adalah Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi

SEMARANG (Asatu.id) – Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Semarang dan Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang berharap jika Sudirman Said menjadi Gubernur Jateng segera memperhatikan nasib pedagang kecil di pasar tradisional.

Salah satu pengurus APPSI Kota Semarang, Diran, mengaku sangat setuju dengan program 22 janji kerja Pak Dirman. Dirinya berharap dengan program kerja tersebut Sudirman mampu memperhatikan kondisi nasib pedagang kecil.

“Kami sangat setuju dengan program 22 janji kerja Pak Dirman, tolong pak pedagang tradisional itu diperhatikan sepenuhnya. Dan kami berharap aturan atau zonasi yang mengatur minimarket atau pasar modern, pasar tradisional dan pedagang kaki lima,” ujarnya, Selasa (3/2).

Senada dengan Diran, Sutrisno, pengurus PPJP Kota Semarang mengeluhkan beban pajak yang harus dibayarkan pedagan kecil. Menurutnya, hal tersebut jika terus dilakukan pemerintah akan membebani para pedagang kecil.

“Dikit-dikit disuruh bayar pajak, dan kita bingung tidak bisa menyuarakan ke mana, dari kita tidak tahu sama sekali, karena apa pun yang terjadi, besar kecilnya kita membebani. Subsidi untuk masyarakat, kita harus membayar, kami berharap Pak Dirman bisa menjembatani masalah itu,”ungkapnya.

Menanggapi beberapa hal tersebut Pak Dirman menyebut akan terus berkomitmen menjadikan pemerintahan yang terus menjadi penopang ekonomi masyarakat Jateng. Menurutnya, salah satu tugas pemerintah adalah melindungi rakyat kecil.

“Pedagang yang ada di pasar harus dilindungi dengan peraturan yang ketat. Mereka adalah lini terdepan dalam perekonomian. Di pasar ada berbagai jenis usaha, mulai mikro, kecil, hingga menengah,” ucapnya.

Secara umum, kata Pak Dirman, kuncinya adalah pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Dengan kunci tersebut, dia yakin mampu menata berbagai persoalan pedagang dan pasar.

“Menegakkan pemerintahan yang bersih itu jadi salah satu rencana kami, karena kami sadar, kalau ingin mengurangi kemiskinan, paling tepat adalah menumbuhkan wirausaha, dan harus ditopang pemerintahan bersih,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *