Pemkot Tetap Perhatikan Nelayan Terdampak Normalisasi BKT

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan rusunawa bagi nelayan di kawasan Tambaklorok sedang disiapkan, yakni bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembicaraan terakhir dengan pusat, sudah bersedia minimal tahun ini penambahan satu blok tower di Rusunawa Kudu,” katanya.

Rencana kedua, lanjut dia, pembangunan rusunawa untuk menampung para nelayan di Tambaklorok yang terdampak proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu meminta nelayan bersabar dulu dan sementara mau menempati Rusunawa Kudu, sebab nantinya mereka akan pindah jika rusunawa nelayan sudah dibangun.

“Yang jelas, Pemerintah Kota Semarang tetap akan memperhatikan para nelayan yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT Semarang agar tetap bisa mendapatkan hunian yang layak,” ujarnya.

Hendi menambahkan kalau rusunawa di Tambaklorok untuk nelayan sudah dipastikan baru bisa dibangun dalam dua tahun ke depan.  “Ini sudah kami sosialisasikan dengan warga di Tambaklorok,” tandasnya

Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, setidaknya ada 143 hunian di lokasi proyek normalisasi yang masih ditempati warga di Tambakrejo, dan 73 kepala keluarga sudah bersedia direlokasi ke Rusunawa Kudu. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *