2018, Distribusi Pupuk Jateng Ditambah

SEMARANG (Asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono menyatakan, realisasi distribusi penyaluran pupuk bersubsidi pada 2017 di beberapa kabupaten/kota terbilang baik.

Datanya, penyaluran pupuk urea yang mencapai lebih dari 754.000 ton, SP36  153.000 ton , ZA 196.000 ton, NPK 426.000 ton, dan pupuk organik 156.000 ton.

Adapun di 2018, pihaknya merencanakan penambahan distribusi pupuk untuk para petani di Jawa Tengah.

“Realisasi ini cukup baik. Sedangkan rencana kebutuhan untuk tahun 2018, kami mengusulkan pupuk urea 822.854 ton, SP36 336.152 ton, ZA 317.378 ton, NPK 869.000 ton lebih, dan pupuk organiknya satu juta ton lebih,” ujarnya, Sabtu (24/3).

Terkait dengan kartu tani, pihaknya menerangkan bahwa hingga triwulan pertama di tahun 2018, distribusi kartu tani sudah mencapai 87 persen.

“Jumlah petani di Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) saat ini 2.584.961 orang dengan lahan 1.376.000 hektar. Sementara itu, kartu tani sebanyak 2.565.000. Jadi, kartu tani yang sudah terdistribusi itu sebanyak 87 persen. Sedangkan 13 persen sisanya sedang dalam proses dan disanggupi oleh BRI secepatnya,” imbuhnya.

Dia menerangkan, kartu tani memiliki tiga fungsi. Yakni sebagai informasi tentang kuota dan harga pupuk, fungsi edukasi petani agar mereka memahami aplikasi e-tani.

“Dan fungsi transaksi yang memungkinkan petani menjual komoditas hasil panennya melalui e-commerce pertanian kepada pembeli seperti Regopantes dan Eragano,” tukasnya.

Bagi petani yang belum menerima kartu tani tetapi sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok  (RDKK) dan masuk di dalam SINPI agar melapor ke mitra bank setempat untuk mengambil kartu tani di mitra bank yang ditunjuk. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *