Ini Alasan Pemkot Semarang Terapkan Sistem Pajak Online

SEMARANG (Asatu.id)  Program Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk menerapkan sistem pajak online di sebanyak 16 OPD secara bertahap bukan isapan jempol belaka.

Pasalnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam beberapa kesempatan rapat koordinasi jajaranya selalu mengingatkan supaya proses digitalisasi atau pajak online untuk lebih dipercepat.

Salah satu motivasi Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini adalah munculnya kasus ada oknum PNS yang mendatangi beberapa wajib pajak dengan mencatut atau mengatasnamakan dirinya untuk memungut pajak seara tunai.

Di antaranya Hendi mendapat keluhan dan laporan sendiri dari pengelola destinasi wisata ternama di Kota Semarang, yaitu objek wisata religi Sam Poo Kong di Gedung Batu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang yang terkenal dengan tokoh Cheng Hoo-nya.

Hendi di hadapan ratusan pejabat OPD, camat dan lurah di seluruh Kota Semarang mengungkap fakta itu dengan nada sedikit  kecewa terkait laporan kejadian yang diterimanya langsung dari pihak pengelola Sam Poo Kong.

“Saya kemarin dapat laporan, ada oknum ASN Pemkot Semarang tiba-tiba datang nagih pajak tunai ke pengelola Sam Poo Kong,” tegasnya

Hendi mempertanyakan apa yang dilakukan oleh oknum tersebut dan langsung menegur kepada OPD yang terkait dengan proses dan pengurusan pajak di lingkungan Pemkot Semarang.

Bahkan, Hendi juga menegur dan mengingatkan supaya sistem pajak online yang masih diterapkan di pajak online jenis Tempat Hiburan dan Hotel itu untuk segera direalisasikan di  beberapa OPD lainya.

“Bagaimana? Rencana pajak online bagaimana? Jangan tahun ini baru konsep-tahun ini baru konsep. Kalau bisa segera lah,” ujarnya

Hendipun memberikan contoh dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang dipimpin oleh Muhamad Kadhik, yang saat ini melakukan perencanaan dan sudah melakukan kajian dan pembahasan sistem pajak online untuk e-parkir dan pajak parkir saat pengurusan STNK.

“Kayak Pak Kadhik itu lho, kalau tidak saya tagih terus, pasti tahun depan, tahun depan. Tapi karena beliau benar-benar memikirkan, akhirnya muncul ide terkait e-parkir dan parkir berlangganan yang dibayar saat pengurusan STNK. Saya minta jangan hanya sekedar konsap-konsep saja. Segera,” ucapnya

Hendi berharap, dengan adanya penerapan sistem pembayaran pajak online, diantaranya retribusi pasar, e-parkir maka tingkat kebocoran pajak akan sebisa mungkin diminimalisir.

Sehinga, uang rakyat dari pungutan para wajib pajak ini bisa digunakan untuk pembangunan dan kemajuan warga Kota Semarang yang bertujuan menjadikan Kota Lumpia ini sebagai Kota Hebat. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *