Sosialisasi Ekonomi Syariah Harus Digalakkan

SEMARANG (Asatu.id) – Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono berharap, agar seluruh stakeholder di sektor ekonomi syariah agar terus dan menggiatkan sosialisasi terkait ekonomi berbasis syariah.

Menurutnya, saat ini, masyarakat cenderung hanya mengetahui sebatas bank syariah saja. Dimana sebenarnya, lanjutnya, masyarakat juga perlu mengetahui secara luas ekonomi berbasis syariah.

“Masyarakat kita masih kurang pemahamannya. Dan pemahaman terhadap syariah itu seolah-olah hanya bank syariah, Padahal ekonomi syariah itu sangat luas,” ujarnya, usai me-launching Pusat Informasi Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) Jawa Tengah, Kamis (22/3).

Dia mengapresiasi peluncuran PIKES yang mana akan memberikan kemudahan bagi masyakarat untuk mengakses segala hal yang berkaitan dengan ekonomi syariah.

“Misalnya masyarakat mau usaha berbasis syariah ini, alurnya mau cari pinjaman syariah ini, mau usaha-usaha yang berbasis syariah ada semua disitu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BI Jateng Hamid Ponco Wiyono menambahkan, PIKES merupakan linkage program pemberdayaan ekonomi yang melibatkan empat pihak, di antaranya pondok pesantren atau panti asuhan, UMKM,  Baznas dan lembaga keuangan syariah.

Ponpes menjadi potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena merupakan lembaga pendidikan islam tertua dan terbesar yang menyebarkan nilai-nilai luhur keislaman dan kebangsaan, termasuk ekonomi syariah.

Selain itu, masyarakat yang belum mengerti keuangan syariah harus terus mendapat sosialisasi dan edukasi, agar mereka bisa memanfaatkan lembaga keuangan syariah untuk mendukung dan mengembangkan bisnis serta usaha mereka. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *