Wali Kota Semarang Bahas Rencana Pemekaran Kecamatan

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan akan membahas  lagi rencana pemekaran 16 Kecamatan menjadi 30 hingga 32 Kecamatan di Kota Semarang, Selasa (20/3).

Hal ini merupakan upaya dari Pemerintah Kota Semarang untuk dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dengan cakupan wilayah yang lebih kecil maka Camat dapat memastikan setiap jengkal tanah terawat dan bermanfaat untuk masyarakat meliputi kebersihan dan keamanannya.

“Itu yang mendorong kami untuk menambah jumlah Kecamatan. Kami hanya ingin Kota Semarang maju pesat. Dengan cakupan lebih sempit, sehingga kontrol yang dilakukan bisa lebih detil,” paparnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu menuturkan, rencana pemekaran Kecamatan didasarkan dari statistik wilayah Kota Semarang yang lebih luas di banding beberapa kota lain di Indonesia di bandingkan Bandung dan Surabaya. Kedua Kota tersebut memiliki jumlah Kecamatan yang mencapai 30 Kecamatan.

“Karena itu kami mewacanakan penambahan jumlah Kecamatan. Jika masyarakat setuju akan segera kami realisasikan, jka tidak setuju ya tidak perlu kami teruskan. Daripada berpolemik kan masih bisa memikirkan bidang yang lain,” tukasnya

Adanya usulan dari DPRD Kota Semarang, agar penambahan dilakukan di tingkat Kelurahan, menurut Hendi, hal itu sama saja. Jumlah Kelurahan secara otomatis akan bertambah jika jumlah Kecamatan juga bertambah.

Hendi menambahkan, adanya penambahan Kecamatan pasti diimbangi dengan penambahan Kelurahan. Kalau sekarang ada 16 Kecamatan kemudian jadi 25 Kecamatan, tentunya jumlah Kelurahan tidak lagi 177.

“Nanti dikaji kebutuhan Kelurahannya berapa. Saya berpikirnya agar Kota Semarang bertambah maju, perekonomian semakin kencang, semakin baik, semakin cepat, pembangunan juga lebih fokus lagi,” ucapnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *