Banyu Pitu, Tujuh Air Kehidupan Warga Tambak Rejo

SEMARANG (Asatu.id) – Sejumlah warga Kampung Tambak Rejo RT 5 RW16 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, Senin (19/2), terlihat melukis temboknya dan mengecat instalasi perahu yang terpasang tepat di depan pintu masuk gapura bertuliskan “Selamat Datang Kampung Nelayan”.

Berangkat dari tema besar menyambut Hari Air Sedunia 22 Maret 2018 mendatang, warga Kampung Tambak Rejo bersama sejumlah elemen terkait akan mengadakan prosesi ritual Banyu Pitu pada Rabu (21/3) mendatang.

Beberapa agenda kegiatan sudah diadakan mulai dari Sabtu (17/3), di antaranya kerja bakti resik-resik kampung, lomba anak-anak, pemutaran film, musikalisasi puisi dan prosesi Banyu Pitu.

Seniman Widyo Babahe Leksono mengatakan, ide menginisiasi acara Banyu Pitu ini berawal karena keresahan warga yang terkena dampak dari penggusuran program pemerintah normalisasi sungai Banjir Kanal Timur. Ratusan warga yang sebagian besar adalah nelayan terancam kehilangan mata pencahariannya karena program ini.

“Ya, gayung bersambut, Warga Kampung Tambak Rejo sangat antusias mempersiapkan kegiatan ini,”ujarnya.

Babahe mengungkapkan puncak acaranya nanti rencananya akan mengumpulkan tujuh mata air yang didapat dari ketujuh sumber mata air yang mengalir masuk ke dalam sungai Banjir Kanal Timur.

“Secara simbolis dari ketujuh sumber mata air itu akan dikumpulkan ke dalam satu wadah, lalu diarak mulai dari posko pintu masuk kampung menuju dermaga, dilanjutkan dengan prosesi ritual menyiramkan air ke sebuah perahu,” ungkapnya

Dari ketujuh sumber mata air dalam wadah ini, menurutnya, adalah simbol kebersamaan, dan menyiramkan air ke perahu adalah simbol pembersihan atau jamas.

“Banyu Pitu ini merupakan wujud dari sumber kehidupan manusia, meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa demi kelangsungan hidup bersama di Kampung Tambak Rejo,” tukasnya.

Babahe menjelaskan, filosofi dari Banyu Pitu tersebut. Banyu artinya air, dan Pitu artinya Pitulungan, jadi Banyu Pitu adalah tujuh air pertolongan.

“Acara ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga Kampung Tambak Rejo,”tandasnya.

Selain itu, lanjut dia, kita mengajak warga untuk peduli menjaga lingkungan supaya sehat dan bersih. Sebagai langkah awal yang lebih baik bagi warga Kampung Tambak Rejo terlepas jadi atau tidaknya penggusuran nanti. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *