Perda RT RW Perlu Ditinjau Kembali

  • SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Fraksi Partai Golkar, Samsul Bahri SE, berpendapat Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah 2009 – 2010 perlu dilihat kembali.

“Hal tersebut lantaran sudah banyaknya perkembangan tata ruang di pusat hingga daerah. Perkembangan tata ruang wilayah juga dipengaruhi faktor dari dalam dan luar wilayah,” katanya.

Ia mengatakan hal tersebut dalam Sidang Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan Atas Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah tahun 2009 – 2029 dan Penyelenggaraan Pendidikan, serta Tanggapan dan atau Jawaban Gubernur Jateng terhadap Pemandangan Umum Fraksi di Gedung Berlian, Rabu (14/3).

Samsul menyebutkan, ada beberapa faktor yang memengaruhi Perda RTRW tersebut, faktor dari luar seperti dicanangkannya Nawacita dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, yang dijabarkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019.

Lalu terjadinya perubahan beberapa peraturan perundangan yang menjadi dasar hukum pembentukan Perda Nomor 6 Tahun 2010. Kemudian faktor dari dalam, ia menyebutkan, salah satunya adalah perkembangan pembangunan di daerah yang dapat memengaruhi perkembangannya oleh RTRW Jawa Tengah itu sendiri.

Ditambahkan, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sriyanto Saputro, RTRW menjadi apedoman dalam penyusunan rencana pembangunan jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Maka, Fraksi Partai Gerindra berpendapat jika perubahan RTRW harus mampu menyinkronkan dan menyinergikan daerah-daerah di Jateng,” tambahnya.

Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyatakan sependapat dengan pendapat masing-masing fraksi. Pihaknya berharap, dari eksekutif , pakar dan stakeholder untuk bisa duduk bersama membahas dengan legislatif.

“Supaya kita mengerjakan sesuatu, yang saya pikir bernilai strategis tidak tanggung-tanggung. Meski membutuhkan anggaran besar, tapi manfaatnya juga lebih besar,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *