Mahasiswa Miliki Peran Penting Cegah Korupsi

SEMARANG (Asatu.id) Dalam rangka menyosialisasikan gerakan antikorupsi kepada pemuda-pemudi milenial, pegiat komunitas antikorupsi Fakultas Hukum Unissula menggelar seminar nasional antikorupsi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan praktik merugikan bukan hanya dari sisi perekonomian saja tetapi juga menyebabkan biaya sosial menjadi tinggi. Dia menyebut mahasiswa memiliki peran penting dalam mencegah korupsi.

“Mahasiswa memiliki peran sentral di dalam mencegah praktik korupsi. Membantu gerakan anti korupsi bukan hanya mempelajari tentang korupsi dan ikut menyuarakan saja tetapi perilaku juga harus berubah” ujarnya, Kamis (15/3).

Narasumber lainnya Sujiwo Tejdo punya cara pandang sendiri terhadap budaya korupsi. Korupsi itu membudaya karena andil kita.

“Budaya pekewuh yang umum di masyarakat khususnya Jawa itu masuk korupsi. Sebagai contoh saat kita meminta tolong membuatkan KTP, kita pekewuh jika kita tidak memberi apa-apa. Nah pencegahan seperti itulah yang masih susah sehingga korupsi pun membudaya,” jelasnya.

“Selain itu praktik korupsi yang terjadi di tingkat pimpinan daerah itu salah siapa? Gaji mereka itu kecil. Jika gajinya kecil maka apa yang terjadi? Korupsi bisa terjadi. Apalagi Pilkada pasti membutuhkan uang yang tidak sedikit. Hal-hal itulah yang seharusnya perlu diperhatikan pemerintah sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan,” pungkas Sujiwo. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *