Alun-alun Semarang segera Dibangun, PKL Pasar Yaik Harus Pindah

SEMARANG (Asatu.id) – Pembangunan alun-alun Semarang di depan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman bulan April akan dimulai. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang mendirikan lapak dan kios di tempat itu harus segera pindah, karena lokasi mereka akan diratakan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, pihaknya telah mengirim surat kepada para pedagang, khususnya Pedagang Pasar Yaik Baru untuk segera bersiap-siap mengemasi barang dagangannya. Pemkot telah menyediakan tempat pengganti di Pasar Relokasi Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Sudah kami beritahukan lewat surat dan sosialisasi. Mereka harus pindah. Waktu yang kami berikan juga cukup. Kami memberi toleransi sampai tanggal 11 April, karena tanggal 12 April aliran listrik akan kami putus secara keseluruhan,” kata Fajar, Jumat (16/3).

Fajar juga menjelaskan, para PKL bisa segera pindah ke lokasi PKL belakang kompleks MAJT. Pemkot telah membangunkan puluhan los pedagang yang bisa ditempati oleh PKL pindahan dari Pasar Johar, baik pedagang dari kelompok Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ), Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP, atau PKL di luar kelompok itu.

Sejak Kamis (15/3) lalu, Dinas Perdagangan juga sudah melakukan sosialisasi  penempatan lokasi PKL di MAJT. Dinas membagi los PKL berdasar sistem zonasi, namun ditolak oleh PKL dari paguyuban yang ada. Mereka bersikeras ingin membagi losnya sendiri lewat musyawarah antarkelompok pedagang yang ada.

“Kemauan mereka begitu, kami tidak keberatan. Kami beri waktu untuk musyawarah, silakan ditentukan sesuai kesepakatan. Di MAJT sifatnya hanya sementara, tapi kalau nanti sudah pindah ke pasar lagi itu menjadi hak dan kewajiban kami untuk mengatur mereka,” tutur Fajar.

Berdasarkan data awal yang masuk ke Dinas Perdaganga, jumlah PKL dari Pasar Yaik dan Pasar Johar tercatat 952 PKL. Namun saat registrasi untuk penempatan di lokasi sementara PKL MAJT, jumlahnya hanya 747 PKL. Mereka terdiri dari pedagang asesoris, barang pecah belah, obat, grabah, buku, buah, bumbon, warung makan, kelontong, es batu dan salon kecantikan. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *