PKL Kaligawe dan Tambakrejo Minta Relokasi Ditunda Pascalebaran

SEMARANG (Asatu.id) – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo masih keberatan untuk direlokasi. Mereka menolak dipindahkan sebelum Idul Fitri 2018.

Andreas, salah satu pedagang mengatakan, pihaknya mengakui sudah diminta untuk segera mempersiapkan diri untuk pindah oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Namun para pedagang telah menyampaikan permintaan agar pemindahan mereka diundur setelah Lebaran.

‘’Kami berharap relokasi ditunda dan diberikan perpanjangan waktu hingga Mei mendatang atau setelah Lebaran. Kami berharap Dinas Perdagangan memerhatikan nasib kami,’’ kata Andreas, Senin (12/3).

Menurutnya, jika pembongkaran lapak dilakukan sekarang maka hal itu akan membuat pedagang kesulitan menghadapi Puasa dan Lebaran. Padahal saat ‘panen’ rezeki bagi pedagang adalah saat waktu-waktu seperti bulan puasa dan Lebaran tersebut.

Namun pedagang dipastikan akan kesulitan memenuhi kebutuhan yang banyak untuk modal menghadapi Puasa dan Lebaran. ‘’Kami tidak keberatan dengan pembongkaran, tapi kami minta ditunda demi nasib kami,’’ ujarnya.

Ditambahkan, para pedagang menyadari tempat yang dibangun lapak dan ditempatinya saat ini memang bukan hak miliknya. Namun pembongkaran seharusnya dilakukan setelah Lebaran agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menegaskan, pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Ia menegaskan pedagang tetap harus pindah sesuai jadwal hari Selasa (13/3) nanti sesuai yang disosialisasikan. Sebab proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur sedang proses percepatan.

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *