Kembangkan Desa Wisata, DPRD Jateng Godok Perda

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah terus berupaya dalam penyusunan Perda tentang Pengembangan Desa Wisata.

Wakil Ketua Komisi B RM Yudhi Sancoyo mengatakan, dengan adanya perda terkait desa wisata tersebut diharapkan mampu menjadi payung hukum dan bisa lebih mengembangkan potensi, nilai ekonomi bagi desa desa wisata di Jateng.

“Beberapa hal, untuk wisata di Jateng masih dibawah Jatim dan Jabar. Artinya mereka mampu menghasilkan pendapayan untuk Pemprovnya luar biasa. Sehingga kami terpacu untuk menyusun perda inisiatif ini,” ujarnya, Senin (12/3).

Yudhi menerangkan, dengan adanya Perda Desa Wisata tersebut bisa memberikan kejelasan bagi desa wisata yang di mana kebanyakan tanahnya adalah milik Perhutani.

“Jika inisiatifnya desa wisata itu muncul dari anak-anak desa sendiri, nanti yang muncul adalah pengelola desa. Sehingga, ini harus diatur dengan Perda yang melindungi. Dan berkoordinasi dengan Perhutani karena sebagian besar tanah desa wisata itu kan punya Perhutani,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk desa wisata, investor tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya. Menurutnya, hal tersebut tidak sejalan dengan pola di masyarakat desa. “Padahal yang namanya desa wisata itu tidak ada yang membiayai. Mereka tumbuh dari bawah dan berkembang, menghasilkan peningkatan yang luar biasa bagi desa itu sendiri,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *