Ombudsman Jateng Tangani Dua Laporan Kasus Pertanahan

SEMARANG (Asatu.id) Dua kasus pertanahan menjadi fokus penyelidikan Kantor Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah awal tahun 2018 ini.

“Ada dua laporan masalah pertanahan di awal tahun ini. Kami sedang memperdalam penyelidikan dan pemeriksaan,” kata Plt Kepala Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu, saat perayaan HUT Ombudsman RI Ke-18 di kantornya, Senin (12/3).

Dua kasus dugaan pungli itu, menurut Sabarudin, secara serius diselidiki pihaknya secara intens dan hati-hati mengingat salah satu pelapornya meminta dirahasiakan identitasnya.

Sabarudin juga menolak menyebutkan lokasi kasus dugaan pungli itu. Dia hanya mengisyaratkan bahwa kasus itu terjadi di kota/kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

“Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang terhadap Kepala BPN Kota Semarang dan tiga stafnya beberapa waktu lalu kami jadikan pengalaman. Kami monitoring terhadap kantor BPN Semarang. Ketika itu, kita temukan pungli yang melibatkan kantor notaris salah satu kantor PPATK,” tutur Sabarudin.

Sabarudin juga merinci, secara umum pihaknya mendapati 23 aduan kasus dari masyarakat pada tiga bulan terakhir.

“Semua akan kami tanggapi dan tindak lanjuti. Selama laporan itu berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, kami akan proses,” katanya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *