Memprihatinkan, Puluhan Ribu PKL Belum Miliki Izin

SEMARANG (Asatu.id) – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Kota Semarang diperkirakan lebih dari 150 ribu. Dari jumlah itu, baru 13.520 PKL yang berizin. Dampak dari masih banyaknya PKL yang belum berizin tadi, ada sekitar 60 persen dari total PKL yang belum tertata hingga saat ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, membenarkan soal kondisi penataan PKL saat ini yang belum maksimal. Menurutnya, diperlukan pihak lain yang peduli dan bisa menjadi mediator antara PKL dan pemerintah, sehingga penataan PKL lebih cepat dan tepat.

“Dengan 60 persen yang belum tertata, itu kan rentan sekali terjadi gesekan. Apalagi mereka menempati lahan larangan maka otomatis terbongkar. Dan itu merepotkan kami,” katanya.

Salah satu pihak yang diharapkan bisa menjembatani kepentingan antara PKL dan pemerintah kota Semarang, Fajar menyebut Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Semarang. APKLI menurut Fajar bisa menjadi mediator untuk mengakomodir kepentingan para PKL yang ada.

“Menurut saya APKLI Kota Semarang bisa berperan mengakomodir kepentingan PKL, dan menjadi mediator antara mereka (PKL) dan pemerintah. Apalagi kepengurusan APKLI Kota Semarang baru saja dilantik,” tutur Fajar.

Kepengurusan baru DPD APKLI Kota Semarang untuk periode lima tahun mendatang memang baru dilantik pada tanggal 2 Maret 2018 lalu. Kini APKLI Kota Semarang dipimpin sosok srikandi, yakni KRA Indah Handayani.

“Di kepengurusan baru ini, kami berharap APKLI bisa menjembatani kepentingan pemerintah dengan PKL, memfasilitasi PKL dengan kami, sehingga saat PKL tidak ada tempat, maka bisa kami tempatkan di pasar. Di situlah pentingnya peran APKLI dalam mengakomodir kepentingan PKL dan membantu Pemkot Semarang. Sehingga diharapkan peranan APKLI Kota Semarang dapat bersinkronisasi dengan program pemerintah,” ucap Fajar.(udins)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *