Pemkot Semarang Kirim Perwakilan Belajar Mitigasi ke Jepang

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang akan mengirimkan dua orang untuk belajar ke Jepang. Dua utusan pelajar ini nantinya akan mempelajari lebih jauh tentang mitigasi atau penanggulangan bencana, Sabtu (3/3).

Langkah itu dilakukan, atas dasar permintaan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu bentuk dukungan terkait persiapan Kota Lama menuju kota warisan dunia (world heritage).

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang sekaligus Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan, permintaan dari UNESCO tersebut dilontarkan saat ada perwakilan mereka yang datang ke Semarang, belum lama ini.

“Jadi mereka meminta agar kami mengirimkan dua orang untuk belajar ke Jepang selama tiga minggu. Nantinya, mereka akan dididik terkait mitigasi kebencanaan dan penataan Kota Lama,” katanya saat ditemui selepas Kirab Merah Putih di Lapangan Pancasila baru-baru ini.

Mbak Ita, panggilan akrab Hevearita, menambahkan bahwa pihaknya akan memenuhi permintaan UNESCO tersebut. Nantinya, dua orang akan dikirimkan ke Jepang terkait hal itu.

“Akan kami kirim, baik dari BP2KL atau dari Pemkot Semarang. Rencana habis lebaran kami kirimkan dua perwakilan itu,” terang dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *