OJK Gelar Sosialisasi SEPMT

SEMARANG (asatu.id) – Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan Pasar Modal Terpadu (SEPMT )Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2018 di Semarang pada tanggal 1 hingga 2 Maret 2018.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antara OJK dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan stakeholder lainnya.

Direktur Pengaturan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Luthfy Zain Fuady mengatakan jika Kota Semarang menjadi kota kedua diselenggarakannya program SEPMT di tahun 2018, setelah sebelumnya diselenggarakan di Surabaya.

Menurutnya tujuan dari kegiatan tersebut, berguna untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal.

“Selain itu, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, serta sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK,” ujarnya, Jumat (2/3)

Ia mengungkapkan jika Berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4 persen meningkat dari yang sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79 persen, artinya dari 2013 – 2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61 persen.

“Untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11 persen di tahun 2013 menjadi 1,25 persen di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14 persen. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pasar Modal khususnya di Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia menargetkan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah para Pelaku Bisnis, wartawan, Dosen/Pengajar, Pelajar/Mahasiswa, dan Pejabat/Pegawai Kantor OJK di daerah.

“Kegiatan kami dari tanggal 1 hingga 2 Maret 2018 yakni seeminar Investasi Pasar Modal kepada civitas akademika di Universitas STIKUBANK Semarang, dilanjutkan OJK Pasar Modal Mengajar kepada pelajar di SMA Nasional Karangturi, pada hari kedua yakni pendalaman Materi Pasar Modal kepada rekan-rekan pegawai Kantor Regional dan Kantor OJK di Jawa Tengah dan DIY, serta media Gathering bersama rekan wartawan di Semarang,” jelasnya.

Ia menambahkan jika kegiatan tersebut guna meningkatkan pemahaman serta penyamakan persepsi pegawai KR dan KOJK terkait update kebijakan dan issue pasar modal di daerah. Fokus yang diangkat yakni sosialisasi POJK nomor 64/POJK.04/2017 tentang Dana Investasi Real Estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Selain itu, sosialisasi terkait POJK Nomor 65/POJK.04/2017 tentang Pedoman Penerbitan Dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang merupakan penyempurnaan dari 6 (enam) peraturan.

“Penyempurnaan pengaturan mengenai Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) bertujuan untuk memudahkan pelaku industri dalam memahami pengaturan KIK EBA dan mengoptimalkan KIK EBA sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan infrastruktur di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi mengatakan jika nilai transaksaksi masyarakat jateng di bursa efek pada tahun 2018 mencapai Rp 1,2 triliun.

“Kalau di Semarang sendiri satu harinya berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar dan jumlah investor membuka rekening di bursa efek di jateng atau Single Investor Identification (SID) di tahun 2017 mencapai 54 ribu,” ungkapnya.

pihaknya juga terus mendorong dan bekerjasama dengan Universitas di Semarang dengan mendirikan Gallery Investasi.

“Gallery Investasi sebagai langkah BEI untuk perkenalkan pasar modal agar diterima oleh masyarakat kampus dan masyarakat disekitar kampus. Kini kami telah memiliki sekitar 15 Gallery Investasi di Universitas yang tersebar di Kota Semarang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *