Warga Sawah Besar Keluhkan PKL di Lahan Irigasi

SEMARANG (Asatu.id) – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di wilayah Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari yang membongkar kiosnya, kini ada yang pindah di seberang jalan dan mendirikan kios di atas saluran irigasi. Hal itu dikeluhkan warga sekitar.

Warga khawatir, bangunan kios PKL yang mereka buat membikin lokasi di wilayah Sawah Besar terlihat kumuh.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sawah Besar, Mulyadi membenarkan, lahan yang ditempati untuk didirikan bangunan PKL itu merupakan tanah irigasi sehingga perlu ditertibkan.

“Mumpung belum permanen maka lembaga atau instansi terkait segera melakukan penertiban terhadap PKL yang mendirikan kios di seberang jalan BKT. Sebab bila sudah telanjur permanen maka akan sulit ditertibkan,” katanya.

Menurutnya, sebagian PKL yang membuat kios diseberang jalan raya itu dikhawatirkan akan mengganggu keindahan lingkungan dan mengganggu irigasi, yang dampaknya saluran air di wilayah Sawah Besar terganggu. Apalagi pada musim hujan, di lingkungan  permukiman Sawah Besar sendiri rawan terhadap banjir. (udins)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *