Syukuri Hasil Panen, Warga Kandri Gelar Sedekah Bumi

SEMARANG (Asatu.id) – Warga Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang menggelar sedakah bumi sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen, Kamis (1/3).

Acara yang dimulai sejak pagi hari berlangsung meriah. Ratusan warga berkumpul di pelataran Sendang Kidul untuk melakukan arak-arakan menuju Sendang Gede. Berbagai macam atraksi meramaikan kegiatan itu, seperti tari Matirto Suci, tokoh pewayangan hingga pertunjukan Barongsai.

Tak hanya itu, sesaji yang berupa gunungan berisi hasil bumi dan kepala sapi menambah sakral kegiatan tersebut. Sesampainya pada Sendang Gede, upacara inti digelar, yaitu peletakkan sesaji dan kepala sapi yang diawali dengan tarian Dewi Kandri Matirto Suci yang menceritakan seorang dewi yang memberikan kesuburan pada alam.

Agus Muryanto, sesepuh Desa Kandri, kepada Asatu.id mengatakan kenduri ini adalah sebagai ungkapan sujud syukur kepada Tuhan atas melimpahnya hasil bumi yang digelar rutin pada bulan Jumadil Akhir, Kamis Kliwon. “Berhubung Desa Kandri merupakan desa wisata jadi kegiatan ini sekaligus untuk nguri-uri kebudayaan Jawa,” ucapnya.

Ia menambahkan, tari yang dilakukan saat prosesi merupakan tarian asli desanya yang berjudul Dewi Kandri Matirto Suci.

“Tarian itu menceritakan kesucian air, dimana semua kehidupan berasal dari air,” tambahnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan acara makan bareng diatas daun pisang, warga Kandri sering menyebut istilahnya dengan Sego Kethek yang dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsai dan teratrikal wayang orang. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *