Batas Registrasi Kartu Perdana Masih Simpang Siur

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah telah menetapkan aturan untuk melakukan registrasi ulang pelanggan prabayar operator seluler sesuai dengan NIK dan nomor KK. Aturan itu telah tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 14 tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ulang tersebut mulai dilakukan 31 Oktober 201 hingga paling lambat hari ini 28 Februari 2018. Waktu empat bulan itu, diharapkan dapat merampungkan seluruh registrasi ataupun registrasi ulang prabayar para pelanggan operator seluler.

Akan tetapi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menyebut kabar ini masih simpang siur.

“Apa ada statement dari Kominfo pusat terkait batasan pada tanggal 28 Februari? Itu kok masih simpang siur, sehingga sejauh ini, belum mengetahui secara pasti batasan waktu untuk registrasi. Kalaupun nanti ada informasi lanjutan, akan segera di publish, ” jelas Devian Novita Setyawati, staff pelayanan data dan informasi publik.

Meski begitu, Diskominfo Jawa Tengah tetap mengimbau masyarakat agar segera melakukan registrasi.

Adapun, cara melakukan registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#. Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTPel) dan Kartu Keluarga (KK).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *