Sudirman Sowan Guru yang Berjasa dalam Pendidikannya

SEMARANG (Asatu.id) – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said kembali bertemu salah satu guru yang berjasa dalam pendidikannya sewaktu remaja. LM Hermiyati, ibarat malaikat penyelamat dan pembuka jalan sukses yang dikirim Tuhan untuk dirinya. Betapa tidak, berkat jasa Bu Mien, panggilan akrabnya, Sudirman remaja, yang ketika itu kesulitan biaya untuk melanjutkan sekolah bisa lulus dari SMA 1 Brebes.

“Beliau sangat berjasa. Mungkin jika tidak karena jasa beliau, saya tidak akan pernah sampai pada titik saat ini,” ujarnya saat berkunjung ke kediaman Bu Mien, di Jalan Kota Baru, Brebes, Minggu (25/2).

Pak Dirman bercerita, saat dirinya selalu tidak mendapatkan nomor ujian semester karena belum melunasi SPP. Ibu Mien lah yang selalu turun tangan membantunya, sehingga meskipun belum melunasi SPP, Pak Dirman bisa dapat nomor ujian. Sebagai guru BP (bimbingan dan penyuluhan) Bu Ermi sangat perhatian kepada Pak Dirman.

“Dia anak baik, anak pintar, sayang kalau tidak bisa sekolah hanya karena tidak ada biaya,” ujar Bu Mien.

Sebagai guru, dirinya pun merasa bangga anak muridnya bisa menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan, bahkan sampai level menteri.

Pada pertemuan kali ini, karena sudah  menganggap sebagai orang tua, Pak Dirman meminta doa dan restu dari atas niatnya untuk ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Saya doakan. Saya percaya Pak Dirman bisa memimpin Jawa Tengah,” doanya.

Sudirman pun kemudian membalas dengan mendoakan agar gurunya yang sangat berjasa dalam hidupnya tersebut agar selalu diberi kesehatan dan kebugaran. “Semoga Ibu sehat dan bugar terus. Terimakasih doa dan nasihatnya untuk saya,” doa Pak Dirman.

Sejatinya selain Bu Mien, ada beberapa guru lainnya yang berjasa dalam hidup Pak Dirman. Salah satunya adalah Aloysius Tukiyat telah mendorong saya untuk aktif di organisasi OSIS. Dari situ jiwa organisatorisnya mulai terbentuk hingga ia bisa masuk ke beragam organisasi, bahkan memimpinnya.

“Satu lagi adalah Pak Taryono, Guru Tata Buku yang memberi motivasi saya agar ikut ujian nasional Bond A Tata Buku. Dan menyemangati saya untuk mendaftar ke STAN,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *