Mbak Ita Optimis Kawasan Kota Lama Semarang Jadi Kota Pusaka Dunia 2020

SEMARANG (Asatu.id) – Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menjadikan Kota Lama sebagai World Heritage City 2020.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan Pemerintah Kota Semarang akan terus berupaya menjadikan Kawasan Kota Lama menjadi World Heritage City 2020.

“Pemkot Semarang telah mengupayakan Kawasan Kota Lama ini menuju World Heritage City 2020. Tentunya melalui beberapa tahapan yang harus ditempuh yakni melalui proses seleksi yang ketat terutama untuk masuk ke dalam nominasi World Heritage,” ujarnya, Senin (26/2) saat gelaran Lokakarya Nasional di Gedung Oudetrap Kota Lama Semarang.

Mbak Ita sapaan akrabnya mengaku optimis hanya perlu menempuh tahapan yang harus dipenuhi untuk masuk ke dalam nominasi Kota Pusaka Dunia tersebut.

“Kawasan ini sudah menjadi tentative list UNESCO pada tahun 2015. Setember 2018 ini harus diserahkan dossier dokumen pelengkap dari Museum Arsip Nasional dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. November 2018 final dan pengumumannya pada 2020 mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, kawasan yang kerap disebut ‘Little Netherland’ ini dahulu kerap langganan banjir dan air rob, sekarang sudah ditata sistem drainase dan penataan kabel. Apalagi program ini disokong oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan gelontoran dana Rp.156 miliyar.

“Pengurangan resiko bencana bagi bangunan sejarah Kota Lama sudah kita mitigasi. Dana PUPR Rp.156 miliyar digunakan untuk membangun sistem drainase, penanaman kabel bawah tanah (ducting), street interior, dan pedestarian,” katanya.

Dalam kawasan itu ada sekitar 116 bangunan bersejarah, beberapa diantaranya sudah direvitalisasi diantaranya Gedung Telkom dimanfaatkan sebagai UMKM Centre, Gedung Oudetrap, Moonod Huis, dan lainnya.

“Ada yang dimanfaatkan untuk restoran, cafe, penginapan, beberapa gedung milik ‘Raja Gula Asia’ Oei Tiong Ham, gedung milik Kemenkumham, PT Rajawali Nusindo, PTPN, Bank Mandiri, gedung milik warga juga kita bantu untuk direvitalisasi,” pungkasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *