ISPA Serang Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo

SEMARANG (Asatu.id) – Banjir yang muncul dari Jalan Kaligawe telah berdampak terjangkitnya penyakit di Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo, Semarang.

Menurut laporan, hampir sebulan terakhir ini sejumlah warga mengeluhkan gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selepas banjir melanda di wilayah tersebut.

Soal laporan warga Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono saat dikonfirmasikan membenarkan.

“Kami menemukan banyak laporan warga Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo yang terjangkit penyakit kulit. Rata-rata mereka mengeluh gatal-gatal pada kulitnya. Tetapi ada pula yang mengalami gangguan pernapasan,” ungkapnya, di Semarang, Senin (26/2).

Widoyono menjelaskan penyakit kulit ini karena limpasan banjir yang muncul dari Jalan Raya Kaligawe. Saat ini pihaknya telah menerjunkan tim untuk berkeliling ke semua titik banjir di dua kelurahan tersebut.

“Setiap tim medis berjumlah enam orang yang terdiri seorang dokter, dan beberapa petugas medis lapangan. Berdasarkan catatan medis Dinkes, terdapat dua warga yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat karena faktor usia yang sudah lanjut dan terserang ISPA,” ujarnya.

Widoyono mengaku telah mendirikan posko kesehatan di sejumlah gerbang masuk perkampungan yang ada di situ. Upaya ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan keluhan warga yang terjangkit penyakit pasca banjir.

“Dua sampai tiga posko kita bangun di Trimulyo dan Banjardowo. Jika genangan banjirnya sudah benar-benar surut, kami akan menyusuri tiap jalanan kampung supaya potensi munculnya penyakit leptospirosis bisa diantisipasi sejak dini,” imbuhnya

Dia berharap warga segera membersihkan semua selokan agar terhindar dari penyakit tersebut. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *