Dua Siswa Difasilitasi Masuk SMAN 11 dan SMAN 13 Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Kegelisahan dua siswa SMAN 1 Semarang yang dikeluarkan pihak sekolah tampaknya sedikit berkurang. Pasalnya, Dinas Pendidikan Jawa Tengah siap memfasilitasi mereka dengan mencarikan sekolah baru agar dapat melanjutkan pendidikan.

Kebijakan itu ditempuh Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng, mengingat kedua siswa tersebut saat menduduki kelas XII dan sebentar lagi harus mengikuti ujian.

“Saya harus mengambil kebijakan agar mereka bisa ikut ujian tahun ini. Saya sudah mendapat izin dari pusat, agar mereka bisa pindah sekolah dan ikut ujian akhir sekolah,” kata Kepala Disdik Jateng Gatot Bambang Hastowo, di Semarang, Minggu (25/2).

Seperti diketahui, pihak SMAN 1 Semarang telah mengeluarkan dua siswa, yakni AN dan AF. Tindakan ini ditempuh pihak sekolah, lantaran kedua siswa itu terlibat dugaan penganiayaan juniornya saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK).

Menurut Gatot, untuk memperlancar kelanjutan pendidikan dua siswa yang dikeluarkan dari SMA N 1 akan melanjutkan pendidikan di SMA negeri terdekat tempat tinggal mereka.

“Yang terpenting sekarang, bagaimana mereka bisa mengikuti ujian tahun ini. Saya ambil kebijakan memfasilitasi mereka melanjutkan pendidikan di SMA negeri terdekat tempat tinggalnya, yakni SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 13 Semarang,” paparnya.

Soal diterima atau tidak, Gatot mengatakan semuanya sepenuhnya menjadi kewenangan SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 13 Semarang.

“Kami sudah berikan fasilitasi, diterima atau ditolak silakan. Kalau diterima, segera diurus karena waktunya terbatas. Tidak bisa molor-molor karena kaitannya dengan pendataan peserta UN sebelum difinalisasi,” katanya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *