Budayawan Ahmad Tohari Orasi Budaya di UPGRIS

SEMARANG (Asatu.id) – Budayawan kondang, Ahmad Tohari, akan hadir dan melakukan orasi budaya di Universitas PGRI (UPGRIS) Semarang, Rabu (21/2). Kehadiran sastrawan kelahiran Banyumas, 13 Juni 1948 tersebut atas undangan pihak Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPGRIS, dalam rangka Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2018.

Sebagai sastrawan, Ahmad Tohari telah menghasilkan karya monumental, yakni vovel Ronggeng Dukuh Paruk, yang sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari. Tulisan-tulisannya yang berisi gagasan kebudayaan juga dimuat di berbagai media massa. Ia juga menjadi pembicara di berbagai diskusi/seminar kebudayaan

Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Asropah, mengatakan, peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2018, diselenggarakan untuk sekaligus mengingatkan bahwa bahasa ibu kini perlahan mulai berkurang penggunanya. Beberapa faktor penyebabnya mulai dari keluarga, pendidikan, juga pergaulan.

Padahal, menurut dia, dalam sistem pendidikan di Indonesia sudah diatur kapan sebaiknya seorang anak mulai mempelajari bahasa kedua (Indonesia) dan ketiga (misalnya Bahasa Inggris). Kedua yakni faktor pendidikan. “Banyak sistem pengajaran di kelas yang sudah tidak menggunakan bahasa pengantar menggunakan bahasa ibu menurut masing-masing daerah,” jelasnya.

Atas dasar berbagai pertimbangan di atas, pihaknya berkomitmen untuk menjaga penggunaan bahasa ibu sebagai kekayaan budaya dan bangsa yang patut dipertahankan.

Salah satunya dengan mengadakan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2018. Kegiatan ini digelar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni UPGRIS, di Kampus IV Jl Gajah Raya.

Di samping menampilkan orasi budaya Ahmad Tohari, panitia juga menyelenggarakan lomba tulis cerkak tingkat SMA Sederajat se-Jawa Tengah, dan seminar nasional dengan berbagai narasumber.

Dimeriahkan pula pertunjukan kethoprak “Suminten Edan” di Lapangan Kampus IV UPGRIS, Rabu (21/2) serta Workshop Penyusunan Capaian Pembelajaran Program studi Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia di Star Hotel. (udins)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *