Ratusan Petani Demo Tolak Impor Beras

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan demonstran yang terdiri dari beberapa elemen, seperti petani, aktivis mahasiswa dan rakyat miskin melakukan aksi demo menolak rencana pemerintah mengimpor beras.

Aksi demo dilakukan dengan berjalan kaki dari bundaran Bank Indonesia dan dilanjutkan berorasi di Gedung Gubernur, Kamis, (15/2).

Mereka membawa berbagai atribut, seperti spanduk, bendera dan poster. Di antara poster yang terbentangkan bertuliskan “Turunkan harga kebutuhan pokok” dan “Hentikan kebijakan neoliberal”.

Dalam orasinya, para pendemo menuntut pemerintah segera membatalkan rencana impor beras. Selain itu, mereka juga menyebutkan kemiskinan di Jawa Tengah masih banyak dan subsidi yang diberikan kepada warga miskin tidak tepat sasaran.

Sunu, salah satu orator, kepada Asatu.id, Kamis (15/2), mengatakan Jawa Tengah itu tidak membutuhkan impor beras. “Hasil panen kita surplus, tapi pemerintah berencana impor beras. Ini kan aneh,” ucapnya.

Ia menambahkan, banyak problematika yang dialami petani seperti harga pupuk yang mahal dan harga jual kian merosot.

“Kami tidak minta harga jual panen petani tinggi. Cukup dengan stabil diharga yang semestinya dan tidak perlu impor beras,” tukasnya.

Mereka berharap calon gubernur yang nanti akan bertarung di Pilkada agar mau turun ke sawah dan ladang mereka untuk melihat langsung kondisi di lapangan. “Jangan hanya mengubar janji-janji saja demi mendapat dukungan suara rakyat. Tapi, lihat di sekitar kita, banyak kaum lemah seperti petani tertindas akibat kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat,” tandasnya. (is)

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *