Pemprov Jateng Terus Tekan Angka Stunting

SEMARANG (Asatu.id) – Permasalahan gizi buruk kronis atau yang disebut stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pemerintah sendiri telah melakukan sejumlah pencegahan. Salah satunya dengan memberikan tablet tambah darah kepada ibu hamil.

Ibu hamil diharapkan mematuhi imbauan dari pemerintah untuk menjaga asupan gizi untuk kandungannya agar terhindar dari stunting.

“Langkah pencegahan stunting sudah lama dilakukan oleh Pemprov yakni melalui program ‘Nginceng Wong Meteng’. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tahun 2015 lalu,” ujarnya, Kamis (15/2).

Yulianto  menambahkan, stunting disebabkan oleh beberapa faktor yakni pola asuh, gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu beberapa daerah masuk dalam kategori rawan kejadian stunting diantaranya Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Demak.

“Angka penderita gizi buruk terus ditekan oleh pemerintah. Saya berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan, terutama ibu hamil supaya tidak terjangkit penyakit,” imbuhnya.

Yulianto menambahkan, penderita gizi buruk di Jateng sangat sedikit hanya 0,03% dari total penduduk mencapai 35 juta jiwa. Sehingga Pemprov berharap penderita stunting terus turun. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *