Proses Milih Pemimpin Jangan Dinodai

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Tengah Masruhan Samsurie mengecam isu, gosip, fitnah, hoax, dan black campaign (kampanye hitam) dalam perhelatan Pilkada. Menurutnya, hal tersebut dapat mencederai proses pencarian pemimpin daerah.

Hoax itu sesuatu yang dalam Bahasa Arab disebut fitnah, kabar bohong. Dalam hal apapun tidak boleh dan itu dosa besar. Artinya kita tidak main-main dalam pilkada, Pilpres atau apa pun namanya yang berkaitan dengan pemilihan pemimpin daerah atau kepala negara,” ujarnya, usai acara diskusi Prime Topik bertema “awas kampanye hitam”, di Hotel Noormans, Semarang, Senin (5/1)

Masruhan menambahkan, memilih pemimpin di dalam Islam hukumnya adalah wajib, sehingga hal tersebut tidak boleh dinodai oleh tindakan-tindakan yang menjurus pelanggaran.

“Karena ini konteksnya sangat serius dalam agama maka jangan dinodai mulai dari soal hoax, kampanye hitam, atau money pilitics. Itu harus kita hindari,” imbuhnya.

Terkai kampanye di tempat ibadah, pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut memang tidak diperbolehkan. “Tapi kalau setiap Khotib atau Pastus mengajak jamaahnya menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada itu boleh. Yang tidak boleh itu mengajak jamaah mengarahkan untuk memilih pada salah satu calon. Jelas itu tidak boleh dan pastinya melanggar,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *