Anak Dikeluarkan Sekolah, Bapak Ngadu Ombudsman

SEMARANG ( Asatu.id) – Seorang ayah mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) , karena anaknya dikeluarkan dari sekolah. Akibat kejadian tersebut, anak Waluyo yang berinisial ENK malu dan terpaksa melanjutkan pendidikannya melalui Kejar Paket B.

Waluyo mengatakan anaknya dikeluarkan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Uswah Bergas, Kabupaten Semarang pada 19 September 2017.

“Saya tidak pernah mendapat pemberitahuan sebelumnya, hanya dipanggil sekolah dan diberi surat anak saya dikeluarkan dari sekolah. Setelah menerima surat, besoknya tidak boleh masuk sekolah lagi,” ujarnya (31/1).

Ketika ditanyakan ke sekolah alasan ENK dikeluarkan, Waluyo mengatakan pihak sekolah mendengar informasi anaknya minum-minuman keras bersama teman-temannya. “Mungkin ada 10 anak yang dikeluarkan, tapi saat saya tanya anak saya dia mengaku tidak minum-minuman keras. Sekolah juga tidak bisa membuktikan anak saya ikut minum. Kalau informasi hanya berdasar katanya, ya susah. Pasti banyak yang jadi korban,” tuturnya.

Waluyo mengatakan anaknya terpukul dan berubah sikap setelah dikeluarkan dari sekolah. Sebab, ENK yang saat ini kelas IX, sedang bersiap menghadapi ujian nasional.

“Dia malu karena dikeluarkan dari sekolah. Sekarang jarang main dan lebih banyak di kamar,” ungkapnya.

Dia berharap agar anaknya bisa segera bangkit dan termotivasi dengan kejadian ini agar bisa mengejar ketertinggalan pelajaran dan siap saat menghadapi ujian.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Sabarudin Hulu mengatakan akan melakukan klarifikasi dan investigasi atas laporan tersebut.

“MTS adalah lembaga pendidikan publik di bawah Kementerian Agama, nanti akan kita investigasi laporan ini,” paparnya.

Ia mengungkapkan Ombudsman belum bisa mengambil kesimpulan karena dokumen yang dilampirkan pengadu belum lengkap. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *