Bendung Karet BKB Selesai 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto mengatakan bendung karet BKB berfungsi sebagai penahan air laut dan menjaga debit air sungai.

Ruhban menerangkan, bendung karet juga berfungsi untuk long storage penahan air, terutama ketika musim kemarau, supaya Sungai Banjir Kanal Barat itu tetap ada genangan air.

Secara fisik, nantinya bendung karet ini berbentuk melintang di Sungai BKB. Terbagi tiga jarak. Bendungan pun nantinya bisa digembungkan dan dikempiskan menggunakan teknologi.

“Jadi, saat terjadi hujan dan debit air tinggi, maka bendungan tersebut dikempiskan. Namun saat musim kemarau dan debit air rendah, maka bendung karet digelembungkan,” ujarnya, Kamis (25/1).

Sesuai dengan kontrak, lanjutnya, pembangunan akan selesai Desember 2019 mendatang. Untuk kontraktor yang melakukan pembangunan adalah PT Adhi Karya dan Minarta dengan total waktu yang dibutuhkan 720 hari menggunakan anggaran Rp 148 miliar.

“Saat ini tahap persiapan dan pembersihan. Pembebasan lahan tidak ada, karena kegiatan pembangunan ini dilakukan di lahan milik kita sendiri. Pekerjaannya nanti separuh dulu di salah satu sisi,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *