Pekerja Proyek Relokasi Pasar Johar Belum Dibayar

SEMARANG (Asatu.id) – Pengerjaan proyek pembangunan relokasi tahap II Pasar Johar di kawasan Masjid Agung menimbulkan polemik. Hal itu akibat diputusnya kontrak kerja dengan kontraktor. PT Uno Tanoh Seuramu selaku kontraktor yang memenangkan tender proyek itu dianggap tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Diperkirakan ada ratusan pekerja yang mengerjakan proyek tersebut belum dibayar, para pekerja tersebut berada di bawah naungan sub kontraktor yang menggarap pekerjaan milik PT Uno Tanoh Seuramu.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan, kami para sub kontraktor sama sekali belum dibayar,” kata salah satu sub kontraktor pengurukan tanah, Adam, kepada Asatu.id, di Semarang, Jumat (19/1).

Menurutnya, hal itu murni tanggungan PT Uno kepada para sub kontraktor. “Kami telah berkali-kali meminta kejelasan atas kasus ini, tapi hingga sekarang belum ada kejelasan,” keluh Adam.

Ia menambahkan, PT Uno hingga saat ini masih memiliki tanggungan membayar utang kepada para sub kontraktor. Untuk pengurukan, sub kontraktor mengeluarkan modal kurang lebih Rp 300 juta, untuk sub kontraktor baja kurang lebih Rp 800 juta, sub kontraktor paving kurang lebih Rp 400 juta, saluran kurang lebih Rp 100 juta. Itu belum pekerja harian yang masih banyak belum terbayarkan.

“Kami meminta pemerintah bertindak tegas kepada kontraktor agar menyelesaikan kewajibannya,” tegas Adam. (Kurnia)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *