Sepak Takraw Terus Berjuang Meski Minim Anggaran

SEMARANG (Asatu.id) – Sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan banyak medali di kancah internasioal. Namun, potensi tersebut masih belum bisa dikembangkan dengan baik. Minat bertanding atlet takraw lokal masih rendah, bahkan kompetisi jangka panjangpun masih belum konsisten digelar.

Dengan kurangnya minat bermain atlet takraw, KONI berencana menggelar Liga Takraw. Event tersebut akan digelar Maret dan diikuti tim-tim dari berbagai wilayah. Tidak mudah untuk menyelenggaraan kegiatan tersebut, minimnya anggaran dari pemerintah membuat pengurus cabang olahraga sepak takraw harus memutar otak untuk mendapatkan dana tambahan.

Tri Aji selaku Binpres KONI saat diskusi Prime Topik di Quest Hotel, Kamis (18/1) mengatakan bahwa kurangnya dana dari pemerintah tidak membuat sepak takraw berdiam diri, mereka terus berusaha menyelenggarakan kejuaraan jangka panjang mulai dari kejuaraan kelompok umur hingga kompetisi atlet profesional.

“Dengan anggaran Rp 150 juta, tidak cukup untuk menyelenggarakan kompetisi jangka panjang di semua level, dana itu habis untuk pembiayaan akomodasi dan persiapan,” ucapnya.

Dirinya mengaku, pengurus terus berupaya mencari dana tambahan dari pihak swasta. Ia berharap, Jawa Tengah tidak kalah start dengan Jawa Timur karena Jawa Timur sudah mulai mempersiapkan atletnya untuk PON 2020 sejak dari sekarang. (kurnia)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *