Lakukan Penyegaran Agar Pengunjung Tak Bosan, 3-4 Lukisan akan Diganti

SEMARANG (asatu.id) – Salah satu “owner” DMZ Semarang, Tjahjadi mengatakan, sebagai langkah”penyegaran”, pihaknya berencana secara berkala akan mengganti 3-4 gambar 3D yang bidang lukisnya total mencapai 2.000 meter persegi itu agar pengunjung tidak bosan dan jenuh meski harus mendatangkan lagi seniman dari Korea.

“Dengan adanya DMZ ini, Kawasan Kota Lama ini bisa lebih semarak dan ramai lagi dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya, Senin (25/12).

Tjahjadi menambahkan, untuk harga tiket masuknya, pengunjung hanya dibebani biaya Rp 100.000 per orang. Namun demikian berbeda jika masyarakat asli Semarang yang berkunjung. Wisatawan lokal Semarang dibebani biaya yang sedikit lebih murah, yakni Rp 90.000.

Tiket masuknya Rp100 ribu/orang, namun kalau masyarakat Semarang cukup Rp90 ribu/orang. Beda lagi kalau turis asing, pasti lebih mahal,” ujarnya.

Terkait DMZ itu sendiri, ia menerangkan, bahwa di dalam museum terdapat 120 gambar atau lukisan tiga dimensi (3D) yang dibuat oleh seniman asal Korea dan Bali. Berbagai objek gambar, mulai pemandangan hingga animasi dilukis langsung di dinding dan lantai yang terlihat seperti aslinya ketika difoto menjadi keunggulan museum itu.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pemanfaatan Gedung Van Dorp itu menjadi museum 3D yang bisa menjadi destinasi baru unggulan Kota Semarang.

“Sudah banyak gedung-gedung kuno di kawasan Kota Lama yang dimanfaatkan oleh pemiliknya. Ya, harapan kami dengan hadirnya DMZ ini Kota Lama semakin ramai,” tukasnya Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *