Pembangunan Pasar Simongan Mundur, DPRD Minta Kontraktor di-’Blacklist’

SEMARANG (asatu.id) – Pembangunan Pasar Simongan, Kota Semarang, saat ini masih terus berjalan. Di mana kondisinya, pembangunan pasar baru mencapai 52 persen dari seharusnya 54 persen. Proyek dengan anggaran dari APBN senilai Rp 5,45 miliar tersebut pun ditargetkan selesai 26 Desember mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto membenarkan saat ini pembangunan Pasar Simongan baru mencapai 52 persen dari seharusnya 54 persen. Meski demikian, kondisi tersebut masih dikatakan sesuai jadwal pekerjaan, karena faktor musim penghujan.

“Pembangunan Pasar Simongan memang mundur dari jadwal semula. Itu karena proses lelang yang gagal sampai dua kali. Kalau sebelumnya lelang tidak gagal, pengerjaan pasar bisa maju, sehingga selesainya juga bisa lebih cepat, tidak di akhir tahun,” uajrnya Jumat (15/12).

Sementara itu sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso dan Wiwin Subiyono melakukan tinjauan ke sejumlah pembangunan di Kota Semarang, salah satunya Pasar Simongan, Kamis (14/12). Dalam tinjauannya, Joko Santoso menyebutkan pembangunan pasar tersebut tidak mungkin bisa selesai tepat waktu.

“Saya yakin pasti tidak selesai pembangunan ini. Tadi pihak pelaksana proyek juga mengakui kalau tidak selesai sampai akhir Desember ini,”imbuhnya.

Joko mengatakan dinas terkait harus bertindak tegas untuk menyikapi pembangunan yang terlambat tersebut. Pihaknya meminta hal tersebut harus menjadi catatan bagi Pemkot untuk meminta ULP ini lebih ketat lagi dalam pemenangan lelang. “Kontraktor yang tidak beres di-black list saja,” tegasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *