Berkarya Tanpa Batas, Roemah Difabel Gelar Pelatihan Penulisan Kreatif

SEMARANG (asatu.id) – Keterampilan menulis bisa dilatih dan dikembangkan oleh siapa saja tanpa mengenal batas. Kali ini kesempatan mengembangkan bakat menulis pun digelar oleh Komunitas Sahabat Difabel (KSD) untuk membekali diri.

 

Beberapa anggota KSD meyakini bahwa bekal keterampilan menulis yang didapat dari pelatihan tidak hanya akan menambah keahlian tapi juga membuka peluang yang ditangkap peluang yang tersedia di dunia kreatif. Pelatihan penulisan kreatif bertempat di Roemah Difabel, Jalan MT. Haryono no.266, Semarang diikuti oleh beberapa anggota KSD, Jumat (08/12).

 

Dalam agenda ini, anggota KSD belajar mengenal proses penulisan kreatif di media daring. Swita Amallia, selaku pemateri mengungkapkan banyaknya peluang yang tersedia untuk menggarap konten kreatif. Sementara cara yang dilakukan juga terhitung sederhana yaitu memanfaatkan teknologi dengan maksimal untuk mengkurasi berita lewat internet.

 

“Teknologi memberikan kesempatan semua orang untuk mengambil peran dan memanfaatkannya tanpa tebang pilih. Terlebih di dunia kreatif, menjamurnya media konten kreatif membutuhkan para penulis lepas untuk berkontribusi memberikan ide dalam bentuk tulisan. Bisa dilakukan oleh semua orang, siapapun yang berminat tanpa ada persyaratan. Nah, peluang ini bisa juga dimanfaatkan oleh teman-teman dari KSD, asalkan mau mencoba dan memiliki ide yang berbeda”jawab Swita yang juga mengajar di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

 

Selain menggambarkan bagaimana proses penulisan kreatif, bekal penulisan artikel berita dengan kaidah jurnalistik pun dikupas tuntas. Hal ini dilakukan agar anggota KSD dapat membedakan masing-masing jenis penulisan dan gayanya. Sehingga artikel yang dibuat pun dapat tembus media yang hendak dituju.

 

“Pentingnya mengetahui perbedaan antara jenis penulisan konten kreatif dan penulisan artikel berita dengan kaidah jurnalistik. Bagi media, artikel wajib menggunakan rumus 5W dan 1H dan menggunakan data primer. Kebalikannya dengan konten kreatif yang tak mengindahkan rumus ini dan boleh menggunakan data sekunder dengan informasi yang dkumpulkan di internet,”jelasnya.

 

Para peserta begitu antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh pemateri bahkan diskusi dan tanya jawab terjadi sepanjang dua jam penuh ketika materi dibawakan.Pelatihan penulisan kreatif ini rencananya akan terus digelar rutin seminggu sekali. Tak hanya mengajak anggota KSD tetapi juga gratis terbuka untuk umum bagi yang berminat belajar menulis konten kreatif dengan bergabung di kelas inklusi ini. “Menulis sekarang bukan hanya sekedar hobi atau sarana untuk curhat. Tapi jika kita serius menekuninya bisa memberikan materi,” pungkas gadis yang hobi bermain ukulele ini. (Yeni Endah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *