Pertamina Sulap Kranggan Jadi Kampung Bright Gas

SEMARANG (asatu.id) – Pertamina sulap Kampung Kranggan Dalam, Semarang Tengah yang dikenal sebagai Sentra Pengrajin Kulit Lunpia menjadi ‘Kampung Bright Gas’. Perubahan ini merupakan salah satu program CSR Pertamina dalam memberdayakan masyarakat.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan pemilihan Kampung Kranggan sebagai Kampung Bringht Gas ini sebagai salah satu upaya mempertahankan nilai historis dan budaya, serta ikon Kota Semarang yang syarat dengan peleburan kultur dan wisata kulinernya.

“Langkah yang dilakukan Pertamina dengan menyulap wilayah ini menjadi Kampung Bright Gas. Kampung Bright Gas sama sekali tidak menghilangkan nama Sentra Kuliner Kulit Lunpia dan Kampung Kranggan. Penamaan ini untuk menandai bahwa masyarakat UKM di wilayah Kranggan sudah memiliki kesadaran menggunakan Bright Gas dan meninggalkan gas subsidi,” ujar Yanuar kepada asatu.id, di Semarang, Sabtu (9/12).

Yanuar mengungkapkan puluhan pengrajin kulit Lunpia, makanan khas Semarang, juga menyambut gembira program CSR Pertamina dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Penyebutan Kampung Bright Gas membuat Kelurahan Kranggan menjadi kampung yang menarik dikunjungi dan menjadi lebih dikenal masyarakat Kota Semarang,” kata Yanuar menyitir ungkapan salah satu warga Kranggan.

Yanuar berharap program-program Pertamina ini bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kami memastikan program CRS Pertamina berjalan tepat, sekaligus mampu  memberdayakan masyarakat sekitar di wilayah operasional kami,” paparnya.

Seperti diketahui, warga Kranggan secara turun temurun menggeluti usaha di bidang pembuatan kulit lumpia. Usaha ini, kini telah memasuki generasi ketiga.  Setiap hari kampung ini mampu menghasilkan sekitar 87.500 lembar kulit lumpia untuk memenuhi kebutuhan konsumen lumpia di Semarang. (is)

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *