BPBD Semarang Petakan Wilayah Rawan Bencana

SEMARANG (asatu.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah melakukan beberapa langkah sebagai antisipasi bencana di Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan mengingat musim penghujan dengan intensitas tinggi sering terjadi yang berpotensi menimbulkan bencana, baik banjir maupun tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terkait daerah rawan. Daerah rawan tersebut perlu diwaspadai agar bila terjadi bencana dapat dilakukan penanganan dini. Di Kota Semarang terdapat sejumlah titik rawan banjir dan tanah longsor.

“Daerah rawan bencana banjir, seperti Mangkang Wetan dan Mangkang Kulon yang berdekatan dengan Sungai Beringin. Kemudian daerah di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT), meliputi Sawah Besar, Rowosari, Kaligawe, Perumahan Dinar Mas, dan Pucanggading. Sedangkan daerah rawan bencana tanah longsor, ada di Candisari, Lempongsari, Tembalang dan Gunungpati,” ujarnya, Jumat (8/12).

Untuk upaya antisipasi dan penanganan dini bencana, kata dia, BPBD telah membentuk Kelurahan Siaga Bencana (KSB). Hingga saat ini, sudah terbentuk 35 KSB dari rencana 54 KSB. KSB ini dibentuk untuk penanganan dini apabila terjadi bencana.

“Jumlah tersebut belum keseluruhan dari seharusnya 54 kelurahan yang harus ada siaga bencananya. Nantinya secara bertahap akan kami bentuk,” imbuhnya.

Sementara untuk kesiapsiagaan bencana, menurut Agus, BPBD telah berkoordinasi dengan stakeholder di antaranya Basarnas, TNI, Polri hingga relawan. Setidaknya sekitar 10.000 personel telah siap terjun ke lapangan jika terjadi bercana banjir maupun longsor. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *