Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina Gelar Operasi Pasar

SEMARANG (asatu.id) – PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jateng DIY melakukan kegiatan operasi pasar (PO) di 8 titik di wilayah Kabupaten Semarang, serta tambahan-tambahan fakultatif di beberapa kota dan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal hingga 20.160 tabung elpiji 3 kg. Operasi pasar ini untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg di pasaran.

Andar Titi Lestari Manager Communication and CSR MOR IV kepada asatu.id mengatakan operasi pasar digelar di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang, yaitu di Kecamatan Tengaran, Kecamatan Suruh, Kecamatan Getasan, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Susukan, Kecamatan Bringin, Kecamatan Sumowono, dengan total 8 titik lokasi operasi pasar.

Sedangkan untuk tambahan fakultatif atau extradroping, lanjut dia, dilakukan di Kota Pekalongan sebanyak 5.600 tabung, Kabupaten Pekalongan 9.520 tabung, Kabupaten Pemalang 3.360 tabung dan Kabupaten Tegal 1.680 tabung.

Menurut Andar, kebijakan penerapan distribusi elpiji 3kg berbeda dengan non-PSO, di mana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji. Pada pasal 18-20 tentang pendistribusian elpiji dan pengguna elpiji tertentu dalam hal ini adalah elpiji 3 kg, disebutkan Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan elpiji 3 kg.

Andar menambahkan pendistribusian elpiji 3 kg merupakan penugasan yang diamanahkan Pemerintah ke Pertamina sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.

“Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian. Namun demikian, dukungan penuh dari masyarakat, dan Pemda sebagai pengawasan di lapangan sangatlah diperlukan agar pendistribusian elpiji 3 kg dapat tepat sasaran. Terlebih lagi, elpiji 3kg ini sangat perlu disadari keperuntukkannya untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji,” ujar Andar.

Dia meminta masyarakat agar beraktivitas seperti biasa, karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan elpiji 3 kg. “Apabila dirasa kurang, Pertamina akan menyuplai elpiji 3 kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut,” pungkasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *