Sajikan 10.000 Porsi Olahan Ikan, DKP Jateng Gencarkan Gemarikan

SEMARANG (asatu.id) – 10.000 porsi olahan ikan dihidangkan gratis dalam peringatan Hari Ikan Nasional ke 4 dan Hari Nusantara ke 17 yang dihelat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah (Jateng), di halaman Kantor Gubernur Jateng Semarang, Minggu (3/12).

Olahan ikan di antarannya fillet, cornet ikan, tiwul ikan, bakso ikan, sup nilla, sup belli dan lain sebagainya, tersaji dalam 24 stand pameran dari mitra Dinas DKP Jateng bidang olahan.

Sebanyak 400-an siswa SD dari 16 kecamatan se-Kota Semarang, ibu-ibu PKK se-Kecamatan Kota Semarang serta ribuan warga car free day (CFD), larut dalam kemeriahan acara yang mengangkat tema “Makan Ikan Untuk Kesehatan dan Kesejateraan”.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKp) Jateng, Lalu M Syafriadi mengatakan kampanye Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan diharapkan semakin masiv.

“Gerakan ini penting, karena ikan mempunyai kandungan protein tinggi dan DHA,” ujarnya seusai pembukaan acara.

Dia menambahan berbagi upaya dilakukan terus untuk mengkampanyekan Gemarikan yakni melalui gerakan bersama guru TK dan SD se-Jateng, dibantu dengan gerakan Forimka untuk mendorong sejak dini anak-anak gemar mengonsumsi olahan ikan.

“Tujuan utamnya sudah tentu adalah mengiptomalkan makan ikan di masyarakat Jateng,” tuturnya.

Menurut Lalu, fakor budaya dan mindset masyarakat menjadi kendala dalam memaksimalkan gerakan makan ikan.

“Masyarat di Jateng katanya setiap hari makanya iwak ternyata malah iwak tahu iwak tempe, nah kita ingin iwak bisa jadi ikan. Juga, makan ikan bisa kena cancingan dan sebaginya, mindset inilah yang perlu dihilangkan,” katanya.

Untuk itu dia menekankan kembali ke masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumi ikan, karena menu makan ikan sudah sangat banyak seperti olahan fillet, bakso, maupun nuget.

“Sebagain besar olahanya tidak mengandung duri lagi jadi jangan khawatri kalau kloloden (tersedak),” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Setd) Jateng, Sri Puryono mengajak masyarakat yang hadir saat itu untuk gemar makan ikan.

“Saat ini, kita mulai makan ikan apa saja, ibu-ibu juga jangan lupa menyediakan menu makan rumahan dengan ikan ya, konsumsi ikanya tiga hari dalam satu minggu,” imbuhnya. (Isan)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *