DKP Tarik Beras Tak Layak Konsumsi

SEMARANG (asatu.id) – Terkait beras bantuan untuk korban bencana banjir di RT 02 RT 03 Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang berbau apek dan tidak layak konsumsi, Pemerintah Kota Semarang, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Semarang telah meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengganti dengan beras baru.

Pernyataan maaf tersebut langsung disampaikan oleh Kepala DKP Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono. Pihaknya membenarkan beras tersebut berasal dari gudang DKP Kota Semarang.

Setelah menerima laporan mengenai beras yang tidak layak konsumsi kemarin, Sapto mengaku langsung meminta jajarannya untuk melakukan penarikan dan penggantian dengan beras baru.

“Terkait beras bantuan kemarin, kami mohon maaf. Kejadian kemarin mungkin ada kekeliruan saat mengambilnya atau bagaimana. Mungkin juga petugas yang mengambil di gudang belum mengeceknya. Karena malam kami merintahkan, pagi dikeluarkan untuk diberikan ke lokasi,” ujarnya, Minggu (26/11).

Sapto menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang memang menyediakan beras khusus melalui program Cadangan Pangan Daerah untuk mengantisipasi kebutuhan dalam situasi darurat.

Terkait Beras Cadangan Pangan Daerah, lanjutnya, Saat ini, di gudang DKP memiliki cadangan persediaan sebanyak 18 ton beras. Kalau cadangan tersebut habis harus pengadaan lagi, di mana setiap tahun ada pengadaan baru.

“Cadangan dari pusat dikelola oleh Bulog, cadangan dari provinsi dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, dan cadangan beras di lingkup kota dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang,” imbuhnya.

Apabila beras cadangan tersebut tidak digunakan, masih lanjut Sapto, maka tetap disimpan di gudang DKP. “Dari itu diperlukan perawatan secara berkala. Kami buat sistem pengelolaan Beras Cadangan Daerah ini agar tidak terjadi kekeliruan di kemudian hari. Yang namanya beras cadangan itu ya kami simpan, harus punya stok atau barang persediaan. Kalau ada masalah darurat, baru dikeluarkan. Tetapi stok itu kami batasi, ada mekanisme pengolahan dan sirkulasi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang melakukan evaluasi agar distribusi beras bantuan bencana dilakukan dengan benar.

“Kepala dinasnya saya tegur. Mestinya kan ada aturan-aturannya, kalau seperti ini kan enggak bener. Jangan sampai malah terjadi apa-apa terhadap (kesehatan) korban banjir,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *