Tak Layak Dikonsumsi, Ita Minta Beras Bantuan Diganti

SEMARANG (asatu.id) – Kekecewaan muncul dari para korban banjir di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Itu karena beras bantuan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang yang sedianya diperuntukkan bagi para korban banjir tersebut dinilai tidak layak konsumsi. Warna beras bantuan tersebut menjadi kecoklatan dan berbau apek. Tak hanya disitu, beras tersebut juga banyak kutunya.

Kepala seksi di Kelurahan Mangkang Wetan Sutardi membenarkan keberadaan beras bantua tersebut yang tidak layak konsumsi. “Bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan ini sebanyak 20 karung. Kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi manusia, karena sudah banyak kutu dan warnanya sudah berubah kecoklatan dan hancur,” ujarnya, Kamis (23/11).

Menindaklanjuti beras itu, dirinya langsung berkonsultasi dengan bagian dapur umum apakah beras tersebut masih bisa dimasak. Namun petugas dapur umum juga menyatakan beras itu tidak bisa dikonsumsi.

Anita Yuliastuti, salah seorang petugas dapur umum dari PKK Kelurahan Mangkang Wetan menambahkan, Bagian Dapur Umum tidak berani memasak dan memberikan nasi kepada korban banjir dari beras bantuan tersebut. Karena khawatir akan ada komplain dan terjadi hal yang tidak diinginkan dari para korban banjir.

‘’Kami tadi memasaknya sedikit karena tidak ada beras lain, harus disaring lama sekali, tapi nasinya tetap tidak enak dimakan karena bau tidak sedap,’’ imbuhnya.

Mendengar hal tersebut,  Plh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung meresponnya ketika sedang meninjau lokasi banjir. ia mengakui berasnya memang tidak layak sekali untuk dikonsumsi karena kondisinya sudah rusak.

Melihat tersebut, Ita, sapaan akrab Hevearita mengungkapkan akan melakukan teguran kepada kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang. ‘’Saya akan tegur kepala Dinas Ketahanan Pangannya, saya minta beras ini harus ditarik dan segera diganti yang baru, namanya Ketahanan Pangan stoknya pasti ada,’’ tukasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *