KPRL Gabungkan Pertanian, Pertamanan, Perikanan dan Ternak

SEMARANG (asatu.id) – Ketahanan pangan setidaknya bisa diukur dari tiga aspek, yakni ketersediaan, akses distribusi, dan olahan makanan, serta keamanan pangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono.

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang akan mendorong dari sisi dua hal. Yakni pertama ketersediaan pangan, kedua pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

“Antara lain dengan membangun program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sebagaimana telah dilakukan penanaman cabai dan sayur-sayuran di rumah dengan menggunakan media polibag dan sebagainya. KRPL ini menggabungkan antara pertanian pertanaman, perikanan dan ternak. Jadi kebutuhan protein hewaninya juga ada,” ujarnya, Senin (20/11).

Menurutnya, kendala masih sering ditemui, karena memang dibutuhkan energi lebih besar bagi keluarga. Meskipun ini terlihat sederhana, kata dia, tetapi penerapannya membutuhkan daya tahan. Ia mencontohkan, dalam penanaman cabai yang tidak hanya disiram dan dirawat saja.

“Ternyata tidak hanya itu. Diperlukan juga pengetahuan tentang kondisi PH (tingkat keasaman atau kebasa-an) tanah. Jangan sampai airnya menggenang dan seterusnya, sehingga tanaman itu bisa menghasilkan,” imbuhnya.

Pemerintah akan memasilitasi agar konsep KRPL ini bisa lestari. Sejauh ini, lanjutnya, sedikitnya ada sebanyak delapan titik lokasi percontohan Kawasan Rumah Pangan Lestari ini. Di antaranya di Kelurahan Karangmalang, Gunungpati, dan lain-lain.

“Ada dua konsep, yakni kawasan perkotaan dan perumahan itu menggunakan metode berbeda. 2018, kami rencanakan untuk pengembangan penanaman secara lebih meluas,” tukasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *