Hendi Tak Mau Sekolah di Semarang Tolak Disabilitas

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, semua warga mempunyai hak yang sama, terutama terhadap masalah dasar pendidikan dan kesehatan. Tak terkecuali para penyandang Disabilitas.

Untuk itu kaitannya dengan pendidikan, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menegaskan tidak boleh ada sekolah yang menolak siswa yang menyandang disabilitas.

“Sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah di Semarang agar tidak membeda-bedakan persoalan disabilitas,’’ ujarnya, Selasa (14/11).

Hendi menambahkan, mulai sekarang tidak boleh ada gap antara penyandang disabilitas dan warga yang normal. Menurutnya, saat ini sekolah harus ikut berpartisipasi untuk memacu intelektualitas para penyandang disabilitas keluar.

“Tidak boleh lagi kita menilai secara fisik. Tapi bicaranya harus dari sisi prestasi, intelektual saja. Hari ini juga tidak boleh ada gap,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, banyak contoh penyandang disabilitas, namun bisa menjadi contoh karena hasil prestasinya. “Nyatanya banyak orang-orang sukses yang menderita disabilitas. Seperti Thomas Alpa Edison tunu rungu tapi bisa menciptakan lampu,’’ katanya.

Di sisi lain, Hendi mengakui penyandang disabilitas masih mengalami kesulitan untuk masuk dunia kerja. Padahal kebutuhan tenaga kerja beraneka ragam, baik yang lebih membutuhkan kekuatan fisik maupun pemikiran atau konsultan. Karena itu, sepanjang mereka bisa menempati posisi yang tidak mengganggu aktivitas kerja, para penyandang disabilitas harus didukung untuk bisa bekerja.

‘’Jadi, tidak boleh asal melihat difabel, kemudian tidak boleh diberi kesempatan kerja. Tapi sesuaikan dengan kebutuhan kantor mereka, sehingga mereka bisa terus berkembang,’’ tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *