Buruh Tuntut UMK Rp 2,7 Juta

SEMARANG (asatu.id) – Ratusan buruh dari berbagai aliansi buruh Kota Semararang beramai-ramai datangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Maksud kedatangan mereka ingin melakukan audiensi dengan DPRD, terkait penentuan besaran usulan upah minimum kota (UMK) Kota Semarang.

Terkait besaran UMK yang diusulkan, buruh melalui Serikat Buruh dan Dewan Pengupahan dari Unsur Buruh mengusulkan besaran UMK sebesar Rp 2.754.865. Besaran tersebut berdasar pada kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Semarang ditambah dengan prediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Perwakilan Buruh, Karmanto mengatakan, pihaknya meminta DPRD Kota Semarang agar mendorong dan merekomendasikan usulan besaran UMK dari Serikat Buruh Kota Semarang kepada Wali Kota Semarang untuk diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, angka tersebut mengemuka berdasarkan survei dari bulan Januari hingga bulan September ini dilakukan oleh seluruh Dewan Pengupahan dari Unsur Buruh. Hasilnya mendapatkan angka sekitar Rp 2,5 juta dan ditambahkan prediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi Rp 2,7 juta.

“Jadi apa yang menjadi tuntutan atau harapan kita selaku pekerja adalah riil tidak hanya asal-asalan. Formulasi UMK menggunakan PP 78/2015 sudah tidak relevan lagi digunakan apalagi untuk kota seperti Semarang dengan UMK yang hanya Rp 2,125 juta pada tahun ini,” imbuhnya.

Menurutnya, perhitungan tersebut sudah tidak sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak yang sesungguhnya. “Dan jelas formulasi PP 78 tahun 2015 tidak sejalan dengan amanat UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, di mana setiap pekerja atau buruh berhak memperoleh penghasilan yang layak bagi kemanusiaan,” ucapnya.

Adapun KHL yang menjadi acuan buruh dalam penghutungan UMK sendiri meliputi kebutuhan makan dan minum, kebutuhan sandang kebutuhan perumahan, kebutuhan kesehatan, kebutuhan pendidikan, kebutuhan transportasi, kebutuhan rekreasi dan tabungan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *