Daerah Kumuh Digelontor Rp 1 Miliar

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Badan Keswadayaaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara, Bambang Sutrisno mengatakan, selain Kelurahan Bandarharjo, kelurahan lain yang menjadi pilot projet program NUSP di antaranya, Kelurahan Tanjung Mas, Kemijen, Mangkang Wetan, Kuninngan, Dadapsari, Kaligawe, Tambakrejo, Mlatiharjo, Bugangan, Muktiharjo Kidul, Genuksari, Trimulyo, Meteseh, Rowosari, Jabungan dan Gedawang.

Dia  mengatakan NUSP merupakan program nasional untuk yang dilakukan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta penguatan kapasitas kelembagaan daerah untuk menjamin terlaksananya pembangunan kawasan permukiman di perkotaan yang mandiri dan berkelanjutan.

Bambang Sutrisno menambahkan, bagi kelurahan yang masuk kategori kumuh akan mendapat gelontaran bantuan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan lingkungan sehat yang dikucurkan dalam dua tahap.

“Untuk tahap pertama sudah dilakukan tahun 2016 lalu dan untuk tahun 2017 ini untuk pembangunan jalan kampung atau pavingisasi, pembangunan saluran dan sanitasi air bersih baru saja selesai,” ujarnya, Minggu (29/10).

Pihaknya berharap tahun depan program pembangunan lingkungan di perkampungan dapat terus ditindaklanjuti sehingga Kota Semarang benar-benar menjadi kota yang bebas dari perkampungan kumuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang Muthohar menambahkan, tahun 2021 mendatang Kota Semarang sudah bebas dari kampung kumuh, baik kampung-kampung kumuh di pinggiran  maupun kampung kumuh di tengah kota

“Kami memastikan Kota Semarang, pada 2021 mendatang bebas dari perkampungan kumuh karena pembangunan infrastruktur dikeroyok tiap-tiap kelurahan,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *