Awas, 5 Investasi Properti Bodong Goyang Jateng

SEMARANG (asatu.id) – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) temukan lima investasi bodong di sejumlah proyek properti yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Wakil Ketua BPKN Rolas B Sitinjak mengatakan temuan tersebut tidak lain, karena banyak anggota masyarakat yang mudah tergiur akan tawaran iklan yang menjanjikan keuntungan berlipat melalui investasi, terutama untuk bisnis properti.

“Ada ada yang lebih fantastik lagi, ada pengaduan, bank plat merah, bisa disebut bank milik pemerintah mendanai perusahaan properti itu,” ujarnya dalam Forum Komunikasi Pengaduan Konsumen “Perlindungan Konsumen Terhadap Praktek Investasi Ilegal”, di Ruang Emerald Hotel Ibis, Semarang, Kamis (26/10).

Sistem kerjanya, lanjutnya, ketika properti telah jadi masyarakat diarahkan membayar lewat bank dan ketika akan mengambil sertifikat tidak bisa keluar.

“Laporan pengaduan investasi properti ilegal kami terima, dan saat ini sedang dalam peneganan melalui Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK),” tuturnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap investasi bodong, serta harus berhati-hati dan tidak tergiur iklan yang menjanjikan harga murah.

“Masyarakat harus jeli dalam melihat izin resmi investasinya bisanya dikeluarkan oleh OJK atau BAPPETI, imbal hasilnya wajar, resiko-resiko disampaikan secara gamblang, transparan dari pengelolaan dana, kepengurusan dan memiliki pelaporan data yang tertata rapi,” imbuhnya.

Sementara itu, AKBP Harryo Sugihartono Wakil Dirketur Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) pihaknya sudah memeriksa lima proyek investasi bodong yang ada di Jateng dalam dua tahun terakahir.

“Polda Jateng terus melakukan penyedikan terhadap proyek tersebut,” ujarnya

Adapun lanjutnya laporan masuk pihaknya meneruskan penyidikan di mana paling banyak modusnya, mengalihkan dana nasabah dan kemudian dipakai pribadi si penyedia jasa investasi. (isan)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *