PPK Jadi Benteng Pengaruh Negatif Digitaliasi

SEMARANG (asatu.id) – Di era yang semakin modern ini, pendidikan karakter sangat dibutuhkan. Hal tersebut diperuntukkan agar siswa-siswi sekolah tidak terpengaruh digitalisasi yang bisa menjadikan pola pikir menjauh dari nilai-nilai luhur bangsa ini.

Pendidikan karakter untuk anak-anak sekolah sudah tertuang dalam UU dan tertuang dalam Nawacita Presiden RI Joko Widodo. Pendidikan karakter tersebut diimplementasikan dalam program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui 18 Program Pendidikan Karakter (PPK) yang harus dipenuhi di sekolah secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, nantinya ada 68 Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah yang akan menjadi sekolah unggulan PPK di tahun 2017. ia menguraikan, 68 sekolah tersebut dari 48 untuk SD dan 11 MI.

“Program ini juga menyertakan kegiatan Co-Kulikuler dan Ekstra-Kulikuler, di samping materi akademik. Saat ini ada tujuh sekolah dasar negeri di Kecamatan Pedurungan yang menjadi proyek percontohan program penguatan Pendidikan karakter (PPK) selama dua minggu,” ujarnya, Selasa (24/10).

Wulandari, salah satu wali murid siswa SDN Pedurungan Tengah 2, mengapresiasi Program Pendidikan Karakter tersebut. Dia menilai, program tersebut sangat positif, di mana di dalamnya ada beberapa nilai yang kembali digencarkan dan diterapkan oleh para guru sekolah, yakni salah satunya budaya saling menghormati sesama murid. Selain itu, ada kegiatan lain yang bernilai kedisiplinan, seperti diwajibkannya apel pagi pukul 06.30.

“Ada diterapkannya contoh saling menyambut. Kakak kelas menyambut adik kelasnya. Ini pastinya suatu kegiatan yang bagus agar mendekatkan adik kelas dan kakak kelas, mengembalikan norma sopan santun murid-murid kepada guru juga. Lalu ada kegiatan menyanyikan mars, salam, dan tepuk tangan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ini bagus,” ujarnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *